Selasa, 14 Januari 2014

TROUBLESHOOTING KOMPUTER

Asalammualaikum wrb.
wellcome salam sejahtera
Sebelum Saya menjelaskan, Mungkin Sebagian Orang Belum Mengerti Betul Peran Komputer Dimasa Yg Akan Datang, Mungkin Saja Anda Anda Semua Punya Penghasilan Yg Berasal Dengan Menggunakan Jasa Komputer Dan Sebagainya Lahh,, Ma'af kalau bahasanya agak KEPO,, cicicicickkkk.
Nah Dari Sebab Itu, Bagaimana Anda Merawat Komputer Anda,, Yaitu Dgn Mengetahui kerusakanya,,, atau yg Dimaksud Dgn Troubleshooting, yukkkkkk  kita liat kebawahh,, permisiiiiiii,,, xixixixi


Pengertian Troubleshooting Komputer
Dalam dunia komputer, segala sesuatu masalah yang berhubungan dengan komputer disebut Troubleshooting dan timbulnya masalah dalam komputer tentu ada sebabnya. Pada kesempatan ini kita akan sedikit belajar untuk mendeteksi masalah pada komputer Anda terutama yang berhubungan dengan Hardware.
Untuk permasalahan dengan Software sebaiknya Anda lakukan pendeteksian sederhana dahulu seperti pemeriksaan file-file yang berhubungan dengan Software atau spesifikasi permintaan (requirement) dari Software. Apabila permasalahannya cukup rumit, sebaiknya Anda install ulang saja Software tersebut, karena akan terlalu rumit untuk memperbaiki sebuah Software, sedangkan untuk permasalahan dengan Brainware, penulis hanya dapat memberikan saran “istirahat dulu deh, he…”.

Teknik dalam Troubleshooting
Terdapat dua macam teknik dalam mendeteksi permasalahan dalam komputer, yaitu teknik Forward dan teknik Backward. Untuk lebih mengenal kedua teknik tersebut, ada baiknya kita bahas terlebih dahulu definisi dari masing-masing teknik tersebut.
1. Teknik Forward
Sesuai dengan namanya, maka dalam teknik ini segala macam permasalahan dideteksi semenjak awal komputer dirakit dan biasanya teknik ini hanya digunakan oleh orang-orang dealer komputer yang sering melakukan perakitan komputer. Pada teknik ini hanya dilakukan pendeteksian masalah secara sederhana dan dilakukan sebelum komputer dinyalakan (dialiri listrik). Untuk mempermudah silakan simak contoh berikut :
§ Setelah komputer selesai dirakit, maka dilakukan pemeriksaan pada semua Hardware yang telah terpasang, misalnya memeriksa hubungan dari kabel Power Supply ke soket power pada Motherboard.
§ Untuk casing ATX, kita periksa apakah kabel Power Switch sudah terpasang dengan benar.
§ dsb.

2. Teknik Backward
Hampir sama dengan teknik sebelumnya, teknik Backward adalah teknik untuk mendeteksi kesalahan pada komputer setelah komputer dinyalakan (dialiri listrik). Teknik lebih banyak digunakan karena pada umumnya permasalahan dalam komputer baru akan timbul setelah “jam terbang” komputernya sudah banyak dan ini sudah merupakan hal yang wajar. Dapat kita ambil beberapa contoh sebagai berikut :
§ Floppy Disk yang tidak dapat membaca disket dengan baik.
§ Komputer tidak mau menyala saat tombol power pada casing ditekan.
§ dsb.

Tabel Pendeteksian Masalah
Setelah penjelasan sederhana dari kedua teknik tersebut penulis akan membahas lebih dalam lagi ke teknik Backward, karena bagi pengguna komputer rumahan tentunya teknik ini lebih banyak akan digunakan ketimbang teknik Forward. Untuk lebih mempermudah dalam pendeteksian masalah pada komputer Anda, silakan simak tabel berikut :

Analisa Pengukuran
Pada tahapan ini, pendeteksian masalah dengan cara mengukur tegangan listrik pada komponen nomor 1 sampai 3. Gunakan alat bantu seperti multitester untuk mengukur tegangan yang diterima atau diberikan komponen tersebut.
Contoh : Mengukur tegangan listrik yang diterima oleh Power Supply, lalu mengukur tegangan yang diberikan oleh Power Supply ke komponen lainnya.

Analisa Suara
Pada tahapan ini pendeteksian masalah menggunakan kode suara (beep) yang dimiliki oleh BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker sudah terpasang dengan baik. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5. Untuk mempermudah pengenalan kode suara tersebut, silakan simak keterangan berikut :
§ Bunyi beep pendek satu kali, artinya sistem telah melakukan proses Boot dengan baik.
§ Bunyi beep pendek 2 kali, artinya ada masalah pada konfigurasi atau seting pada CMOS.
§ Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali, artinya ada masalah pada Motherboard atau DRAM.
§ Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali, artinya ada masalah pada monitor atau VGA Card.
§ Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali, artinya ada masalah pada Keyboard.
§ Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali, artinya ada masalah pada ROM BIOS.
§ Bunyi beep panjang terus-menerus, artinya ada masalah di DRAM.
§ Bunyi beep pendek terus-menerus, artinya ada masalah penerimaan tegangan (power).
§ Pada beberapa merk Motherboard akan mengeluarkan bunyi beep beberapa kali apabila temperatur processornya terlalu tinggi (panas).
Catatan : kode bunyi beep diatas berlaku pada AWARD BIOS, untuk jenis BIOS yang lain kemungkinan memiliki kode bunyi beep yang berbeda.

Analisa Tampilan
Pada tahapan ini pendeteksian masalah cenderung lebih mudah karena letak permasalahan dapat diketahui berdasarkan pesan error yang ditampilkan di monitor. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9.
Contoh : Pada saat komputer dinyalakan tampil pesan Keyboard Error, maka dapat dipastikan letak permasalahan hanya pada Keyboard.

Cara Cepat Mengenali Troubleshooting
§ Apabila terjadi masalah dan sistem masih memberikan tampilan pesan pada monitor atau disertai dengan bunyi beep 1 atau 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9, yaitu pada Keyboard, Card I/O, Disk Drive dan Disket.
§ Apabila terjadi masalah dan sistem memberikan kode bunyi beep lebih dari 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5, yaitu RAM, VGA Card dan Monitor.
§ Sedangkan untuk masalah yang tidak disertai pesan pada monitor atau kode bunyi beep, kemungkinan besar letak permasalahan ada di komponen nomor 1 dan 2, yaitu Power Suplly dan Motherboard.

Dengan kedua macam teknik dalam pendeteksian maslah dalam komputer tersebut, tentunya akan lebih memperkaya pengetahuan kita di bidang komputer, jadi jika suatu saat terdapat masalah pada komputer Anda kita dapat melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum membawa ke tempat servis, kalaupun harus membawa ke tempat servis kita sudah mengerti letak permasalahannya, jadi kita tidak dibohongi oleh tukang servis yang nakal ; )
Dengan pemahaman troubleshooting komputer yang lebih dalam tentunya akan lebih mempermudah kita untuk mengetahui letak permasalahan dalam komputer dan tentunya akan lebih menyenangkan apabila kita dapat memperbaiki sendiri permasalahan tersebut. Semoga pembahasan sederhana tentang troubleshooting ini dapat bermanfaat, selamat mencoba dan terima kasih.


okay,,, cuma itu.... semoga  GOOD LUCK

Belajar KOMPONEN HANDPHONE






  1. ANTENA
    Fungsi : Sebagai pengolah dan penyempurna serta menyatukan tegangan signal RX dan signal TX.
    ciri ciri kerusakan
    - Tidak ada jaringan
    - Hanya keluar salah satu jaringan saja
    - Signal naik turun
    - Pada saat dihidupkan sinyal tampil hp langsung mati
  2. IC AUDIO(COBBA)
    Fungsi : Sebagai pengolah sinyal suara yang masuk dari IC RF, kemudian diperkuat dan diteruskan
    kepada speaker, memperkuat getaran suara yang telah diubah terlebih dahulu oleh mic menjadi
    getaran listrik kemudian diteruskan ke IC RF, menjalankan perintah dari CPU.
    Pada IC Audio juga
    terdapat PCM (Pulse Code Module) dan EEPROM yang berfungsi untuk membaca kode sinyal yang datang
    dari operator untuk disesuaikan dengan IMEI ponsel.
    Disamping itu juga berfungsi untuk menyimpan data-data yang bersifat permanen seperti imei, phonecode, dsb.
    ciri ciri kerusakan
    - Contact Service
    - Blank hitam pada LCD
    - Signal naik turun
    - Sepiker dan Mic mati
  3. IC CPU
    Fungsi : CPU merupakan serangkaian komponen elektronika yang terintegrasi dan akan berfungsi
    sesuai dengan tugasnya masing masing.
    Komponen ini mempunyai tugas yang sangat signifikan, karena
    komponen ini merupakan otak dan suatu ponsel.
    Dengan kata lain CPU adalah pusat dan sistem kerja ponsel.
    ciri ciri kerusakan
    - Mati total (Matot)
    - Tidak ada jaringan
    - Restart
    - Tiba-tiba hp mati sendiri
    - Contact Service
    - LCD blank
  4. IC Power(CCONT)
    Fungsi : Sebagai pensuplai tegangan arus listrik kepada masing-masing komponen sesuai dengan kebutuhannya.
    ciri ciri kerusakan
    - Mati total (Matot)
    - Insert simcard
    - Contact Service
    - Restart
    - Not charging
    - Blank hitam pada LCD
  5. IC UEM
    Fungsi : Sebagai pensuplai tegangan arus listrik kepada masing-masing komponen sesuai dengan
    kebutuhannya.
    Pada IC UEM ini merupakan gabungan dari IC Power, IC UI, IC Charging.
    ciri ciri kerusakan
    - Mati total (Matot)
    - UPP Bad Respon 02
    - Error data 2 ( Tornado )
    - Contact retailer / contact service
    - Phone restric ( cek IMEI xxxxxxxxx?)
  6. IC FLASH
    Fungsi : Komponen ini sebagai media penyimpanan data pada ponsel yang tidak permanen dalam kata lain dapat diubah atau ditambah dengan data-data yang berada pada komputer.
    Alat ini sama fungsinya
    dengan hard-disk pada komputer.
    ciri ciri kerusakan
    - Restart
    - Tiba-tiba hp mati sendiri
    - Contact Service
    - LCD blank
    - Mati total
    - Salah satu data hilang dari menu
  7. EEPROM (Electrically Erase Programable Read Only
    Memory)
    Fungsi : Sebagai tempat penyimpanan data pada ponsel yang dirancang tidak tergantung dengan adanya arus listrik dari ponsel tersebut, karena sudah
    ada battery khusus atau arus listrik yang telah dimilikinya, biasanya komponen ini menyimpan data
    pabrik seperti IMEI1, IMEI2, Security Code, Versi program dan tanggal pembuatan. Namun untuk
    ponsel merk Nokia keluaran terbaru data yang terdapat pada komponen ini tidak dapat diubah.
    ciri ciri kerusakan
    - Mati total (software )
  8. MCU(MasterControlUnit)
    Fungsi : Data yang ada di dalam ponsel yang terletak berada pada IC Audio, data ini bersifat permanen
    atau sudah dari pabrik, seperti : versi program ponsel, IMEI, tahun pembuatan, dan phone code.
    ciri ciri kerusakan
    -  Mati total ( software )
  9. IC RAM
    Fungsi : Komponen ini pada dasarnya merupakan tempat penyimpanan data juga, tapi sifatnya hanya sementara, karena komponen ini cara kerjanya
    tergantung pada arus listrik yang terdapat dalam komponen tersebut.
    Jika ponsel dimatikan maka secara langsung data yang terdapat dalam komponen tersebut akan hilang dengan sendirinya. Komponen ini sangat berkaitan erat dengan aktifitas CPU.
    Semakin besar kapasitas dari RAM maka akan baik Pula kinerja dari CPU, tetapi jika RAM mengalami kerusakan maka CPU tidak bisa bekerja.
  10. IC CHARGING
    Fungsi : Komponen ini akan bekerja secara otomatis pada saat pengisian Yang bekerja hanya untuk
    mengisi tegangan battery yang dikendalikan oleh CPU melalui IC Pengontrol.
    ciri ciri kerusakan
    -  No charging
    -  Nyedot batre
  11. IC UI
    Fungsi : Sebagai pengontrol data yang diperintahkan
    oleh IC CPU pada Vibrator, Buzzer, Led dan bersifat
    sebagai saklar otomatis dalam ponsel.
    ciri ciri kerusakan
    - Mati total
    - Tidak ada getar
    - Dering mati
    - Led mati
  12. ICPA
    Fungsi : Sebagai pengontrol tegangan sinyal TX serta
    penguat akhir sinyal yang akan dipancarkan melalui
    komponen switch antena yang terdapat pada ponsel.
    ciri ciri kerusakan
    - Sinyal keluar kemudian hilang
    - Mencari jaringan
    - Menyedot baterai
    - Mati Total (Matot)
  13. ICRF(HANGGAR)
    Fungsi : Sebagai pengontrol sinyal RX (masuk) dan TX (keluar), agar setiap bagian dapat bekerja dengan
    baik. Komponen ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu: IF,Mixer,Osilator,Detektor,Enkoder,Dekoder,AFC,Tone Frequency dan Squelch.
    ciri ciri kerusakan
    - Mencari jaringan
    - Keluar salah satu jaringan(untuk type 2 card)
    - Mati Total (Matot)
    - Restart sendiri
    - Blank Putih pada LCD
  14. IC VCO(VoltageControlOscilator)
    Fungsi : Sebagai osilator pembangkit frekuensi yang akan dikirim melalui bagian TX (pemancaran) dan frekuensi yang masuk melalui bagian RX (penerimaan) agar tetap sama dengan yang dipancarkan. Disamping itu piranti ini juga berfungsi sebagai pengatur tegangan pulsa dari RF Signal
    Processor.
    ciri ciri kerusakan
    - Hanya salah satu kartu yang bias digunakan
    - Mencari jaringan ( serching )
    - Sinyal keluar kemudian hilang
  15. LCD (Liquid Crystal Display)
    Fungsi : Sebagai alat yang akan menampilkan semua aktifitas dan ponsel, sebagai media komunikasi baca dan tulis pada ponsel.
    ciri ciri kerusakan
    - Blank
    - Tulisan terbalik/berantakan
    - Pecah
  16. KEYPAD
    Fungsi : Sebagai peralatan input yang memberikan perintah data kepada CPU ponsel untuk diproses dan akan dikirimkan kepada komponen lain yang berkaitan dalam ponsel.
    ciri ciri kerusakan
    -  Blank
    -  Tulisan terbalik/berantakan
       Pecah
  17. BATERAI
    Fungsi : sebagai sumber arus listrik yang diperlukan untuk memberikan arus listrik pada ponsel. Battery untuk ponsel ada beberapa macam, yaitu Nickel-Metal Hydrate (NiMH), Lithium-Ion (LiON), dan Lithium-Poly¬I RI- (LiPoly)
    ciri ciri kerusakan
    - drop
    - Pada saat melakukan panggilan, hp langsung mati
    - Lampu LCD berkedip kedip
    - Charging gagal

Belajar KOMPONEN HANDPHONE

Belajar KOMPONEN HANDPHONE